Minggu, 03 Januari 2016

Kenangan Efek Sepia

Bulan September dan Oktober 2 bulan ini, membuatku menjadikanku pribadi yang berberbeda. Setiap harinya memiliki peran dalam kisahku. AndP laki-laki ini membuatku penasaran dengan sifat pendiamnya, dia teman yang baik, sering berbagi informasi tentang tugas kuliah, kami sering chat meskipun setiap bertemu jarang menyapa. Aku punya simpatik terhadapnya, aku sering bercerita tentang chatku dengannya kepada sahabatku Ana. Dan Ana menyimpulkan aku menyukainya meskipun aku menyangkalnya. Aku tak mau keGR-an gara-gara pesan singkatnya yang punya emoticon peluk, sama perhatiannya ketika aku kecelakaan. Simpatik yah simpatik dengan sikapnya yang terlihat Jantan banget. Ckckckckckckck…
                Tapi meskipun aku memiliki seseorang yang dekat denganku, mempunyai rasa suka dan simpatik ini……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Trauma serius dengan hubugan itu masih melekat, takut membuka lembaran baru dengan orang baru. Aku hanya mengisi lubang yang kosong ini dengan TANPA adanya ikatan. Karena dengan ikatan aku merasa terpenjara lagi dengan hal yang sama “CINTA”.
Jatuh CINTA dengan lelaki yang baru itu butuh tenaga aku harus beradaptasi dengan sifatnya, aku harus tau batasan privasinya, aku harus belajar memahami lagi, mulai dari lembaran depan lagi. Aku memang tidak menutup hatiku, tetapi ruang itu tidak begitu lebar terbuka. Bukan untuk CINTA tetapi untuk sebuah rasa  yang lebih tulus rasa SAYANG. Yah aku membuka lebar hatiku untuk rasa SAYANG bukan rasa CINTA.
Rasa CINTA aku definisikan rasa ini satu paket dengan rasa SAKIT. Ketika aku berani mencintai seseorang, berarti aku harus  merasakan rasa sakitnya mencintai.  
 Menjadi SINGLE  itu menyenangkan, punya banyak teman, banyak perhatian, banyak senyum, banyak hal aku lakukan sendirian (belajar mandiri), banyak bercerita tentang beberapa laki-laki, tidak ada kata air mata, kata maaf, bualan, ataupun janji palsu yang menggantung. Persetan dengan hubungan rumit dengan keseriusan yang membuat seseorang tercekik.
Hubunganku dengan Si F mulai memburuk kami sering bertengkar. Dia memiliki hubungan baru dengan perempuan yang baru jelas aku cemburu dengan hal itu, karena dia sering membicarakan perempuan itu ketika kami sedang bertemu.
Untuk Acara Coffe TEP tanggal 7 Oktober lalu, jauh-jauh hari aku mengajak 2 laki-laki kesana. Ada si A(mantan 3 tahunku) aku mengajaknya ketika aku masih menjadi pacarnya, dan juga kakak tingkat teknik. Aku juga berusaha mengajak teman sekelasku itu keacara music tersebut, tetapi dia tetap tak mau pergi. Dia tak mau pergi ke acara tersebut karena mempunyai janji dengan sahabatnya. Dia menggantinya dengan tiket acara musik lain, dan sebuah tawaran makan berdua. Dia care terhadapku, selalu khawatir denganku, disela-sela kesibukannya dia tetap menyempatkan menghubungiku. Aku tau dia memiliki kekasih, tetapi aku masabodoh dengan hal tersebut.
Ada satu lagi yang datang, dia adalah Angga dia laki-laki yang pernah dekat denganku SMP dulu, dia pindah ke Bekasi setelah lulus SMP. Sekarang dia bekerja disuatu perusahaan milik Negara, setiap malam dia menelfonku, menjadikanku dekat dengannya lagi. Yang tidak aku suka darinya adalah kata-kata kasarnya anak dari kota. 
Ketika kakak teknik mengambil tiket itu ke tempat kosku. Kami berada di depan gerbang kos, tiba-tiba ada ibu-ibu yang meminta tolong kepada kami untuk dibelikan bensin. Kami bersedia membantunya, karena kami hanya berdua Ibu itu mengira kami adalah sepasang kekasih dan  mendoakan kami langgeng. Aku hanya melihatnya kemudian kami tertawa bersama.
Dari hal-hal ini aku merasakan ada yang salah dariku, seharusnya hanya ada satu nama yang bisa menyembuhkan luka. Bukan beberapa nama untuk menyembuhkan satu luka, itu egois. Ketika aku harus menjatuhkan orang lain untuk sebuah lubang masalahku. Hanya PELARIAN dari sebuah persoalan. Aku selalu bercerita kepada para sahabatku mengenai hal ini, mereka bilang aku harus menentukan satu hanya satu bukan dua, tiga, atau bahkan empat.  
AndP berbeda dengan laki-laki yang sedang dekat denganku, aku tidak berani bilang bahwa kami dekat. Tatapan mengintimidasinya, cara bicaranya, sikap tenangnya. Aku mulai menyukai hal itu!
  Ketika aku dan Ledy jalan-jalan di sebuah mall, AndP terus bbm dia bertanya mengenai tugas daskom yang pertama. AndP membuatku dan Ledy ke Kampus jam 9 malam, hal itu adalah keberuntungan untukku karena dengan datang kesana tugasku selesai di bantu AndP. Malam itu, AndP meminjam Power bank kepadaku. Dan karena peminjaman Power Bank tersebut, ada hati yang merasa tidak nyaman. Ada temanku yang langsung bercerita ke grup kelas bahwa aku dan AndP sedang dekat, aku merasa canggung ketika cerita ini menyebar.
                 Tiba ketika tanggal 7 Oktober, disini aku menjadi Lyla versi anak SMA dulu. Sore harinya Aku seharusnya berangkat dengan kakak teknik, tetapi kakak teknik itu tidak jadi datang dengan seribu macam alasan, dan pada akhirnya aku berangkat dengan Atalya dan Ledy. Dari sana aku membantu teman-temanku mendekorasi stand bazar kami, karena aku setengah jadi laki-laki aku naik keatas kursi tanpa memperhatikan orang mau berkata apa tentang hal ini.
                Ketika malam tiba, kami harus sudah berada di dalam gedung. Aku mengajak AndP turun untuk ajjojing tapi kami hanya turun sebentar lalu kemudian kembali lagi. Aku mengajaknya sekali lagi, apa yang terjadi dia mengajak teman perempuan satu offeringnya dan kemudian wanita itu menggandeng AndP di depanku.  Giamana ya sedikit kecewa, aku pikir dia akan bersama denganku tetapi malah aku melihatnya digandeng orang lain (sumpah aku baper pas iku). Karena aku sering ke acara seperti ini(hanya untuk menemani si A ngeband) aku asik sendiri dengan ajjojingku tanpa memperhatikan orang lain yang berdada didekatku disana ada  Ana, Ones, dan yang lainnya. Waktu aku sibuk dengan diriku sendiri, tiba-tiba ada yang menarik rambutku dari belakang. Aku menoleh, ternyata adalah adikku namanya Faisal, aku lebih tua darinya 2 bulan. Aku Ajjojing bersama adikku dan teman-temannya. Saat kami ajjojing, si A datang menghampiri kami, dia menginginkanku ajjojing bersamanya tentu aku tidak mau tetapi tetap ada paksaan disitu, adikku hampir bertengkar dengannya. Aku merasa jengkel dengan tingkah si A aku mundur. Ketika aku duduk bersama teman-temanku, si A datang lagi memaksaku untuk bersama dengannya. Aku meng iya kan ajakannya hanya satu lagu aku bersamanya, dia itu gila dia mengajak kekasihnya kesitu tetapi dia malah ajjojing denganku. Jujur, hubungan 3 tahun itu berat sebenci-bencinya aku dengannya, setidak maunya aku bertemu dengannya aku masih mempunyai rasa perduli kepadanya. Dia yang pernah aku CINTAi, yang pernah aku puja. Aku masih perduli tetapi tidak untuk menjadi keledai peliharaannya lagi. Yang paling mengenal dia selama ini yah aku. Aku tau bagaimana sikapnya, tukang nekad, tukang bikin onar, dia kesana mencariku jadi aku harus bertanggung jawab jika dia berkelahi. Jelas dia adalah laki-laki yang mengajarkanku ketulusan sekaligus kebodohan selama tiga tahun, aku pernah mencintainya menjadikan prioritas setelah kedua orang tuaku. Betapa berartinya dia untukku dulu, betapa banyaknya kekecewaan, kepedihan, air mata, dan kemarahanku terhadapnya. Mencintainya cukup lama, sampai nama REVIERA belum aku hapus di jejaring sosialku. Tidak mudah merelakannya juga. “WHEN I WAS YOUR MAN” itu adalah ungkapan rasa terimakasihnya ketika aku mendapatkan laki-laki yang baru nanti.  Aku bahagia dia sehat, dia masih bisa move on.  Aku merasa tidak enak dengan kekasihnya, aku mencoba kabur dari si A dan dia melepaskanku, dan aku ajjojing sendirian tanpa teman. Ketika aku menoleh adikku di sampingku, dia menemaniku sampai puncak, tetapi di seberang ada si A yang selalu melihat kearahku. Ketika aku menoleh keseberang yang lain aku melihat AndP ajjojing bersama Bayu. Aku menghampiri mereka berdua, tetapi yang menyapaku malah si Bayu bukan si AndP. AndP sedang asik bersama alunan lagu, melihatnya membuatku tersenyum sendiri *bahkan ketika mengetik cerita ini aku juga lagi senyum memikirkan ini*. Kami hanyut dalam alunan lagu Souljah.

                Tetapi, Ada bagian yang aku terlupakan. Ketika aku asik sendiri aku melupakan para sahabatku, kita mulai dari Ana. Saat itu dia tersakiti, dia mulai sering bertengkar dengan Ones. Ada Ledy juga Atalya yang tidak suka keramaian itu. Kami berempat tidur di tempat koss ku, berbagi cerita dan menguatkan Ana. Semangat sahabatku “merpati akan tau dimana pasangan sayapnya berada”
Sama Atalya dan Ana

sama Ana

Bareng ciwi-ciwinya cah B



Cah Bhe


Tidak ada komentar:

Posting Komentar