Selasa, 22 Desember 2015

Cerita yang baru, dengan kerumitan baru

Setelah ospek jurusan kami selesai, kami tetap menjalin kedekatan. Di awal ceritaku aku tidak pernah menceritakan ke empat sahabat karibku, sahabat yang sangat rekat denganku. Ada Atalya, Ana, dan juga Ledy. Kami berempat menjadi sahabat yang rekat, dan kompak. Terkadang kami sering berbagi cerita tentang seseorang yang sedang dekat dengan kami.
Lacer 2015

lacer 2015

Yang pertama adalah Ana, Ana adalah gadis manja yang suka bikin kami bingung akan keputusannya. Ana adalah gebetan dari Ones(ketua kelompokku), mereka begitu dekat, dimana ada Ana pasti ada Ones. Pernah sewaktu ketika mereka bertengkar di depanku, aku yang tidak mengetahui apapun merasa bingung dengan mereka. Bahkan Ana dan Ones memberikan tiket sebuah acara teater kepadaku secara cuma-cuma karena pertengkaran tersebut.



            Aku Lyla jomblo beberapa minggu, jomblo yang bahagia, jomblo yang menginginkan kebebasan. Aku dekat dengan laki-laki teman satu offering denganku, aku menyukai kakak tingkatku, aku dekat dengan 2 mantan kekasihku, dan juga aku dekat dengan kakak tingkat berbeda fakultas.
Yang pertama adalah teman satu offeringku, dia paling tua di kelas, dia paling bijaksana(menurutku) , kenapa aku dekat dengannya? Karena dia mengerti diriku(seperti kakak) kami sering chat, curhat, kami satu misi *tidak suka permainan*, di lain kesempatan kami sering terlihat bersama, aku suka dewasanya dia, aku suka perhatiannya dia, aku suka pengertiannya dia, aku suka romantisnya dia, aku suka rasa nyaman ketika berada didekatnya, aku suka tanggungjawabnya dia, aku suka suara tegasnya dia.
Yang kedua kakak tingkat yang aku sukai, kakak tingkat ini cuek, senyumnya menawan, cool abis. Dia meminta nomor telfonku, tetapi aku diphp sampai saat ini belum pernah dihubungi. Karena aku menyukainya  aku rela voly demi melihatnya bermain basket di Gedung Kuliah Bersama, aku rela dari lantai 3 gedung D1 ke lantai 1 lari-lari hanya untuk melihatnya, berlagak gak sakit ketika jatuh demi melihatnya. Ketika dia wudhu, aku lari-lari melihatnya dari kejauhan. Kita sebut dia dengan Mas A, hahaha….. J Orang yang pernah ngelihat aku jatuh dan cuman di senyumin aja.
Yang ketiga Mantan pacar/Sahabat terhebat, yah tentu saja si F. Kami memang selalu seperti ini, kami memang selalu dekat, kami sering menghabiskan waktu berdua. Tetapi semua itu hanya dalam konteks teman rasa pacar. Kami tidak akan mengulangi hubungan yang rumit itu lagi. Lebih menyenangkan jika kami tidak saling memiliki perasaan satu sama lain. Hanya sekedar dekat dan penghibur kejenuhan tugas. Dia lah laki-laki penolongku ketika aku butuh karpet. Aku pernah sekali lagi mencintainya, tetapi cintaku tidak dia balas.
Yang ke empat Mantan Pacarku sendiri mantan pacar 3 tahun itu. Kami masih berkomunikasi, meskipun banyak tekanan darinya. Tekanan darinya sangat keras, bahkan aku tidak benar-benar membuka hatiku karenanya. Tentu aku masih menyayanginya, aku masih khawatir tentangnya. Aku masih orang petama yang mengucapkan ulang tahunnya di tanggal 12 Oktober. Aku tidak pernah mempunyai dendam terhadapnnya. Aku masih menginginkan persahabatan dengannya. Tidak semudah itu acuh terhadapnya.
Yang kelima Anak Teknik Elektro , dia adalah BEM fakultas Teknik. Aku mengenalnya sejak kami masih sama-sama SMP. Dia adalah mantan pacarku, ketika SMP. Aku sering mendapatkan informasi tentang kampus darinya. Dia juga sering membantuku mengerjakan tugas, sering menemaniku makan malam. Sengaja membeli tiket konser jurusanku hanya bersamaku *meskipun akhirnya tiketnya terbuang percuma.
Lyla yang suka dengan status barunya, Lyla yang suka terbebas tanpa ikatan dengan satu orang, Lyla yang bebas menentukan siapa yang akan bersamanya. Lyla sudah berbeda, dia lebih memilih untuk sering pulang kerumah, Lyla yang sering menangis karena suara papanya *anak papa banget. Jomblo itu menyenangkan, aku merasa di bebaskan tanpa beban berat sebuah belenggu yang mengatasnamakan CINTA. Hahaha… J
Kembali lagi ke sahabat-sahabatku, Ledy adalah cewek  yang menyukai seseorang selama bertahun-tahun. Dia type cewek masa bodoh, dia cewek manja yang suka salah tingkah ketika melihat laki-laki ganteng . Ledy suka karakter hewan sama denganku, kami sama-sama suka nge game, kami nyambung ketika berbicara. Nemoya nya eonnie .


Atalya gadis kece, yang demen sama korea 11 12 sama diriku. Tentunya dari awal ospek kami nyambung. Karena sama-sama anak Malang, kami juga sama-sama suka berbicara dan  fans korea. Atal sering memanggilku Eonnie dan aku sering memanggilnya Dongseng.


Kami berempat, kami saling menguatkan ketika ada yang jatuh. sahabat karib sekali. Yang sering nangis itu Ana, dia ratu baper sejagad raya J . tapi, kami tidak pernah meninggalkannya, kami selalu disampingnya.
awal ngampus 


 pertama kali ujian 


PKPT


Kembali kecerita awal, tentang tiket teater. Entah apa yang dipikirkan mereka berdua, memberiku tiket yang jelas-jelas aku tidak tau mau kesana bersama siapa. Aku menyimpan tiket itu sampai sekarang. Meskipun mereka bertengkar, terkadang mereka juga memamerkan kemesraan mereka kepadaku. Yah kepada jomblo yang baru putus dengan pacarnya.
Aku berteman baik dengan kelompokku, Terkahir kali kami berkumpul itu ketika ada kakak tingkat yang meminta maaf atas kejadian tidak menyenangkan sewaktu ospek jurusan. Tetapi ada yang aneh ketika aku memanggil AndP, anak pendiam ini berpapasan denganku di jalan. Ketika kami ngobrol banyak yang salah mengerti, kami berdua digoda teman-teman satu offeringnya *Ciyeeeeeeee….. 

Kurasa ada yang kurang, AndP yang kurang

Kamis, 10 Desember 2015

Kerumitan Remaja dikala Cinta Mengalahkan Sang Surya

Namaku Lyla Anggraeni, Aku mahasiswi semester 1 di sebuah Universitas Negeri di Indonesia. Aku memiliki kisah cinta di SMA yang sebagian orang mengatakan ini adalah kisah cinta yang rumit. Aku pernah mencintai laki-laki yang berbeda agama denganku, laki-laki yang akan melakukan apapun demi mendapatkan diriku, laki-laki yang sering memaksaku ini dan itu, laki-laki yang terkadang menjadi MoodBoster atau MoodBreaker, laki-laki yang gampang marah ketika ada yang mendekatiku. Kami menjalin hubungan selama 3 tahun. Hubungan ini jelas tidak direstui oleh kedua orangtuaku. 2 tahun aku sering menangis karena dirinya. Dia begitu kasar, suka membentakku, 3 kali dia main tangan kepadaku, seenaknya menyuruhku, dan juga dia suka bermain api dibelakangku. Aku tetap di sampingya, tanpa meninggalkannya. Ada apa denganku??? Terima begitu saja dengan perlakuannya selama ini??? Teman-temanku sering kali menyuruhku meninggalkannya, tetapi diriku enggan melakukannya. Aku hanya perempuan yang mencintai laki-laki itu dengan tulus, setiap hari aku mengejarnya, menunggu kabar darinya, menerima perlakuannya. Dia juga membuatku berani membohongi kedua orangtuaku. Aku juga sering membantu keluarga laki-laki itu, aku menyayangi adiknya seperti adikku sendiri, aku baik kepada ibunya meski begitu perlakuan keluarganya tidak sebaik diriku. Adiknya yang jelas-jelas aku sayangi itu terkadang menyakitiku juga dengan perkataanya, bahkan dia terang-terangan mencaciku di media sosial. Ibunya yang biasanya meminjam uang kepadaku juga sering melirikku dengan tatapan yang tajam seakan beliau tidak menyukaiku. Dia juga selalu iri dengan apa yang aku punya, ketika aku mendapatkan barang yang aku inginkan dia sering kali memintaku memberikannya barang tersebut. Apa yang aku lihat darinya???? Dia tidak tampan, dia gendut, dia tidak kaya, dia sering menyombongkan diri dan kekuatannya, dia juga bukan laki-laki yang bertanggung jawab, bahkan dia juga tidak seagama denganku. Ada apa denganku??? Hubungan ini tidak sehat, ketika dia melukaiku aku malah meminta maaf kepadanya agar dia tidak meninggalkanku. Aku mungkin gadis bodoh yang selalu menerima perlakuannya. Sewaktu kami putus karena perempuan untuk yang kesekian kalinya, entah apa yang membuatku tersadar, aku merasa muak, benci dan ingin keluar dari hubungan ini. Aku menjadi sosok yang tidak ingin mengenalnya lagi, aku menjadi sosok yang tidak ingin mengalah, aku menjadi sosok yang tidak ingin merasa sakit. Aku mulai bertingkah egois, aku mulai bertingkah membalas perlakuannya, dia yang awalnya seenaknya saja kepadaku menjadi laki-laki yang sering Baper dan Galau. Dia berbalik mengejarku, disini adalah titik balik dimana aku yang 2 tahun mengalah padanya merasakan muak, marah, dan ingin dia jauh dariku. Meskipun aku memaafkannya dan menerimanya kembali menjadi kekasihku, aku membalas semua perlakuannya padaku dulu. Aku yang awalnya sering meminta bertemu dengannya, kini tak lagi ingin bertemu dengannya, aku yang awalnya sering memohon agar dia tidak pergi, kini berubah mengingkan dia pergi dari hidupku, bahkan aku pernah terang-terangan mengusirnya dari hidupku. Aku juga mulai menjalin kedekatan dengan beberapa laki-laki, bahkan aku sempat bermain api dibelakangnya dengan laki-laki berinisial F. F adalah temannya sendiri, ketika SBMPTN dan UMPN aku dan F berangkat bersama, kami juga sering bertemu diam-diam tanpa diketahui siapa-siapa. Yang tau aku dan F berpacaran hanya sedikit teman, yah teman-teman terdekatku. Tetapi, salah satu teman terdekatku melarangku untuk berhubungan dengan F karena F adalah playboy kelas kakap, dan sebenarnya F adalah sahabat baikku sendiri yang sudah aku anggap kakakku sendiri. F adalah penghibur sedihku, F sering kerumahku dengan alasan yang beragam. Kedua orangtuaku juga menyukai F, F sudah dianggap keluarga sendiri. Tetapi, tidak berjalan lama hubunganku dengan F kandas. Dan aku kembali setia kepada laki-laki itu.
            Awal aku diterima di Universitas Negeri, dia juga iri dan menjelek-jelekan Universitasku ini. Dia tetap menjadi kekasihku saat itu. Ketika aku PKPT,aku sering F karena kami di Universitas yang sama. Tetapi, aku tak memberitahu kekasihku, kami sering pergi makan bersama, melakukan hal-hal menarik bersama, kami saling menghibur, kami saling merasa nyaman. Meski begitu aku dan F tidak ingin menjalin hubungan kembali, karena kami tidak ingin terlibat disebuah hubungan yang rumit lagi. Aku sering kepergok teman kekasihku aku jalan dengan F, tapi masabodoh aku tetap saja tidak perduli. Aku tidak perduli betapa sakitnya hati kekasihku. Karena aku cuma ingin sebuah kebebasan. Kekasihku juga tidak pernah menjengukku ketempat kosku.
            Tiba saat dimana aku akan melakukan Ospek Jurusan, sebenarnya aku tidak ingin ikut Ospek ini, tetapi berhubung ini diwajibkan jadi aku ikut. Aku berada disebuah kelompok yang asing bagiku, aku berada di kelompok 6 disitu ada Ones (ketua kelompok), ada AndP, Ari, Intyas, Retno, Bayu, dan juga Dewi. PL kami bernama Mas Fahmy, orang yang santai dan juga suka perdamaian, didalam kelompok Ospek Jurusan tersebut banyak sekali cerita yang membuat pengalaman menjadi mahasiswa baru terbentuk. Tentu saja aku lah tukang bikin onar, tukang ribut, tukang berdebat, tetapi didalam kelompok ini aku tidak menjadi manja, dikelompok ini aku menjadi pribadi mandiri yang segala sesuatunya dikerjakan sendiri. Dalam kelompok ini beragam karakter yang bertemu, kita mulai dari Ones, Ones adalah ketua kelompok yang terkadang menjengkelkan, suka ngerayu cewek(ngerayu sahabatku). Yang kedua adalah Ari, Ari adalah sosok menyenangkan dia menyukai korea sama sepertiku, kami terkadang bercanda hal-hal berbau fulgar dan paling rame. Dewi adalah gadis yang tidak bisa diam, selalu berbicara, sering nyambung ketika ada hal fulgar yang dibicarakan. Intyas adalah gadis tomboi, aku akrab dengannya bahkan aku sering dibilang CEWEK GILA, cewek bawel, cerewet. Ada juga Retno, Retno pendiam dan terkadang tertutup. Bayu, adalah anggota yang paling doyan MAKAN dan juga doyan sekali ilang-ilang begitu saja, dia cowok yang setia kepacarnya. Dan yang terakhir adalah AndP, laki-laki ini begitu berbeda, dia berbicara denganku sesuai kebutuhan saja. AndP laki-laki pendiam, dia jarang membaur bersama kelompokku, dia lebih sibuk dengan Handphone-nya, tatapan mata yang mengintimidasiku, bahkan aku sampai takut untuk berbicara dengannya. Yang jelas aku dan AndP berbeda sifat dan sikap. Perbedaannya 180o, aku yang suka ngomel, suka bawel berbeda dunia dengan AndP yang tertutup. Ketika kami membuat sebuah media pembelajar, aku sempat dibuat unmood karena guntinganku hilang, aku dan teman-temanku mencarinya dimana-mana dan tetap hilang. Aku ngomel karena guntingan Ari tidak rapi dan tidak bagus seperti punyaku. Tiba-tiba AndP menemukan guntingan yang kami cari, betapa senangnya aku ketika guntingan tersebut ditemukan. Dewi gadis rumit itu malah bilang “AndP penyelamat” aku hanya tersenyum, karena aku tidak dekat dengan AndP.
            Waktu yang ditunggu dimulai, (Ospek Jurusan) itu dating. Kami camping disebuah perkemahan yang tidak jauh dari kampus. Semuanya sibuk dengan bawaan masing-masing, ketika sampai ditujuan betapa terkejutnya dibentak-bentak. Ketua kelompokku tiba-tiba jadi sasaran utama para musuh. Semua barang-barang harus dikumpulkan ke PL masing-masing, tidak ada Hp, make up, cemilan atau sebagainya. Tibalah saat outbound, kelomok kami adalah kelompok terakhir outbound. Suasananya mencekam, karena hampir gelap dan kami masih di sungai kala itu. Ketika menelusuri sungai AndP lah yang pertama kali memegang tanganku dia mengarahkanku kemana selanjutnya aku melangkah, tetapi gadis yang tidak suka diam ini malah selalu mendahuluinya, tidak mendengarkan intruksinya, melangkah semaunya tanpa takut jatuh.
            Malam keakraban tiba, kami satu kelompok mendekat satu sama lain. Didepan Retno dan Intyas, di belakang mereka ada aku, Dewi dan juga Ari, di belakang kami ada AndP, Bayu, dan juga Ones. Kami bercanda gurau, kecuali AndP dia hanya berbicara seperlunya saja. Dewi tiba-tiba bertanya kepadaku “Lyl kamu jomblo??” aku menjawab “Iya, Jomblo anget” maksudnya jomblo anget itu jomblo yang baru saja putus. Dewi juga bertanya kepada AndP “AndP kamu jomblo???” AndP juga menjawab “Jomblo” kemudian mulut Dewi yang tidak bisa diam itu berbicara “Itu loh Lyla juga jomblo Ndi”. Aku dan AndP jadi canggung ingin berbicara sesuatu. Ini emang mulut Dewi yang bikin greget, aku dan AndP yang awalnya tidak dekat malah semakin menjauh karena rasa canggung tersebut. Lacer hampir selesai, kami membaur satu jurusan. Kelompok kami juga berfoto bersama: