Selasa, 01 Maret 2016

Awal yang Baru

­                Hari-hari dimana acara music itu berakhir, kembali ke aktivitas kampus lagi. Apa yang terjadi setelah acara itu gak pernah aku duga! Orang-orang yang dekat denganku, satu demi satu mulai hilang, mantanku mulai jarang kontak denganku.
Ana dan Ones mulai jenuh dengan hubungan mereka, mereka sering bertengkar dan salah paham.
“Apakah selemah itu hubungan yang terlihat tampak baik? Secepat itukah hubungan mereka pergi? Ataukah secepat kilat perasaan itu hilang?” Ana yang mulai merasa dirinya tersakiti dengan ke acuhnya Ones, Ones yang mulai jenuh dengan kekanak-kanakannya Ana. 
                Apa kabar dengan para lelaki itu?
Aku dan si F tidak pernah bertemu, sekali kami chat bahkan aku memakinya. Dia itu seenak jidatnya sendiri datang dan pergi, menjadikan diriku sebagai terminalnya. Terakhir kami chat aku marah besar karena tiba-tiba dia mengganti foto bbmnya dengan fotoku. Dengan kakak tingkat teknik sejak saat itu kami tidak saling hubungan lagi. Kami saling menjauh, bahkan aku sempat jijik dengan pengakuan mengejutkannya. Dengan Si A aku masih sering kontak meskipun kontak dengan perasaan marah, karena dia masih mengekangku seperti aku masih kekasihnya. Yang terakhir dengan Angga, dia baik terang-terangan bilang menyukaiku, selalu berusaha menjawab segala problem Indihome, ataupun laptopku. Dulu kami punya cita-cita yang sama, jadi pegawai Telkom. Tapi sayangnya dia yang berhasil masuk Telkom sedangkan aku malah terjebak dengan sekolah SMA.
                Ada satu lagi laki-laki yang berusaha masuk dalam hidupku. Dia si T dia adalah mantan kekasihku SMA dulu, dia itu cowok yang romantis sering banget ngasih mawar bahkan plat nomor sepeda barunya adalah namaku. Kami pernah punya janji kalo udah Kuliah kami bakal bersama, tapi janji itu bagiku gak penting lagi. Aku gak bisa 2 kali nyakitin perasaan sahabatku, Si T adalah pacar sahabatku yang pernah aku rebut. Si T adalah cowok yang punya banyak sekali waktu untuk orang yang ada disampingnya, maka dari itu dulu aku berusaha membuatnya tertarik kepadaku dulu. Memang rumput tetangga lebih hijau, aku tau itu jahat, aku merusak kebahagiaan sahabatku. Ini semacam balas dendam dan butuh cowok yang bisa bikin aku lepas dari mantanku. Tapi, pada akhirnya aku juga sadar itu salah. Karena rasa bersalah itu aku berjanji tidak akan kembali kepadanya.   
                Ketika ada tugas mata kuliah berbasis flash AndP meminjam tugasku, Ones yang memberitahu dimana kossku. Anemia lagi kambuh saat itu, terlihat sangat lelah. Kami bercanda bersama, mendengarkan Ones curhat (meskipun AndP hanya senyum), dan saling tanya tugas. Sewaktu membicarakan tentang kebaperan Ana, tiba-tiba AndP nyletuk “Emang kamu gak baper Lyl?” sempet speechless karena pertanyaan itu, tapi Ones menyelamatkanku dengan mengajak AndP pulang.
                Aku dan AndP lebih akrab daripada waktu osperk jurusan, kadang aku bahagia ketika berpapasan dengannya. Saat aku kebingungan Wifi dia Voicenote cara ngebenerinnya, meski cara itu tidak berhasil.
                Tanggal 12 Oktober 2015, aku masih orang pertama yang mengucapkan ulangtahun kepada mantan kekasih 3 tahunku itu. Meskipun pada akhirnya bertengkar lagi gara-gara aku gak bisa datang ke acaranya, aku takut ketika aku datang nanti akan lebih sulit untuk melepaskannya! Hubungan kami itu sudah tidak sehat sejak lama. Sore harinya si A juga baru tau kalo aku dan F pernah pacaran, dia marah hebat. Semenjak itu si A bilang mau move on dariku! Aku kuwalahan dengan kata-kata kasarnya, bahkan satu laki-laki ini tega bilang aku Pecun ketika dia tau Hpku ada 2. Dia juga memaksaku untuk memberinya Hp sonyku. Kejepit, bisakah aku pacaran lagi sama laki-laki yang namanya udah bener-bener bikin sakit hati? Udah mengecewakan berulangkali? Aku bahkan memanggilnya adik hari itu, tanggungjawabkulah yang membuatku masih perduli padanya, tanggungjawabku yang biasanya menjadi kakak untuknya. Aku move on bukan karena orang ketiga, aku move on sudah sejak aku berpacaran dengan si T. Cuman pengen bener-bener lepas dari si A, itu aja.
 Malam harinya aku dan AndP mau bertemu di perpus untuk tukar tugas. Rencananya  tugasnya aku benerin dan dia ngebenerin Wifi laptopku. Meskipun dari sana kami cuman bertemu sebentar, dia ngasih tugasnya lalu pergi lagi dan wifiku yang ngebenerin malah si Ones. Di perpus aku sama Ana, Ones, dan Mahmud. Dan Ones punya acara ngilangin kunci motorku waktu beli gorengan, udah gak karu-karuan ini hati. Udah rela ngerjain tugasnya, tapi gak lihat orangnya, udah berharap wifiku dibantuin dia, tapi malah dibantu orang lain, kunci motor ilang sebentaran pula. Yah pulang dengan tragis, gak bisa lihat dia sampai jam 9 malem. Waktu aku dikos wifinya gak bisa lagi, kebingungan lagi. AndP tiba-tiba telfon merasa gak enak hati gara-gara dia ninggalin cewek yang ngerjain tugasnya. Dan pada akhirnya aku malah kembali ke kampus mbenerin wifi untuk yang kedua kalinya, tapi kali ini aku lihat AndP. Bahagianyaaaaa…….
Ones mulai resek, mulai menggoda kami berdua. Tapi sebenernya aku juga canggung ngelihat AndP.
13 Oktober  AndP tiba-tiba kekos, dia terlihat sangat capek! Dia ingin mengajakku  menyusul teman-temannya ke pantai tapi aku menolak ajakannya, aku menyuruhnya pergi sendirian AndP malah punyak banyak alasan dan tetap mengajakku. Tapi aku bener-bener gak bisa pergi, akhirnya kami makan berdua. Pertama kalinya aku canggung makan didepan cowok, aku makan dengan tidak tenang karena takut malu dan kemudian dia ilfil. Kami mulai bercerita, aku mulai gak malu-malu saat bicara sama AndP. Kami sampai larut malam di depan kosku, saking salah tingkahnya aku gak sengaja kelepasan kentut, dia hanya tertawa. Ini memalukan! Belum juga dekat udah di kentutin. Gimana bisa jaim kalo gini caranya?  
16 Oktober AndP diklat UKM sampai 18 Oktober, dia menitipkan motornya kepadaku. Aku dengan senang hati gak pulang jaga sepedanya aku tidak pulang. Tanggal 17 Oktober aku diajak teman-teman SMAku keluar malam hari, gak tau yaaa kenapa tiba-tiba aku nangis mintak pulang. Aku ngerasa ini salah seharusnya aku sendirian di kos, jaga motornya. Perasaanku kembali tulus, aku suka sama dia. Aku bahkan punya pikiran dia yang lagi diklat yang di marah-marahin aku malah keluar malam sama temen-temen. Keluarnya juga ketempat yang belum aku kenal dan tidak seharusnya aku kenal. 18 Oktober AndP kembali, dia menungguku sampai aku pulang dari mall gara-gara motornya dikosku.
Malam harinya aku bertengkar lagi si A, si A bilang dia sudah punya pacar baru lagi. Dia bilang dia udah gak bakal mengganggu hidupku lagi. Aku lega, tapi aku juga masih takut tiba-tiba nantinya dia kembali marah-marah. Beneran bahagia, ketika dia bilang kayak gitu! Kayak beban selama ini hilang.
Aku dan AndP sering bertemu, bahkan dia mengantarku beli kertas buat praktikum dan aku mau membantunya bikin garis buat praktikumnya hingga tidur jam 2 pagi. Ini semacam kencan kedua kami, kami tersesat dijalan Blimbing. Padahal seharusnya aku hafal dengan jalan itu. Dia juga mengajakku makan di WSS, dan lagi-lagi dia yang membayar makananku. Canggungnya bukan main! Aku mulai bercerita lagi tentang hubungan 3 tahun itu kepadanya, bahkan AndP tau screenshoot percakapan pertengkaranku dengan si A, dia tau bagaimana sakit hatinya cewek dikata-katain kayak gitu. Ketika pulang dia memintaku membangunkannya jam 5 pagi. Aku membuat garis untuk praktikumnya sampai jam 2 pagi, dan dia enak-enakan tidur. Besoknya jam 5 pagi aku udah bangun! Cuman tidur 3 jam. Kan bikin gemesss!!!!
Praktikum pertamanya , dia terlihat sangat lelah. Praktikumku masih beberapa hari setelahnya, Hampir tengah malam aku ke kampus membawakan makan untuk dua sahabatku Ana dan Ledy, aku juga membawakannya makanan. Ana dan Ledy berada diperpustakan sedangkan dia berada di gazebo kampus kami. Di gazebo ada AndP dan mahmud, waktu Mahmud meminjam Hpku AndP mengajakku pergi ke taman perpustakaan. Disana kami seperti teman baik, kami berbicara sampai melupakan Mahmud. Tiba-tiba Hpku berdering Angga yang menghubungiku, sedikit ketakutan sih!
Praktikum pertamaku, jum’at sore laptopku ada virus desktopnya. AndP membawa laptopku, dia membenarkannya. Malam Minggunya, aku sibuk dengan lembaran-lembaran kertas praktikum pertamaku. AndP menemuiku, dia mengajakku main ke Batu meskipun akhirnya gagal. Kami malah makan jam 2 pagi di sebuah warung ayam. Bersama Ana dan Ones, hari itu foto pertama kami yang tidak sengaja di ambil oleh Ana. Ana dan Ones memang sudah sering terlihat bersama, mereka bedua mengumbar kemesraan lagi. Aku dan AndP canggung, beneran disitu aku merasakan ini hal yang aneh. Seperti kembali ke masa awal remaja, merasakan malu menyukai seseorang. 



Hari-hari berlalu, kami semakin dekat dengan hubungan tanpa kepastian. Entah itu teman atau apalah. Tanggal 29 Oktober aku masih ingat disitu aku merepotkannya lagi, dia mengerjakan praktikum tetapi aku membuatnya menemuiku. Aku ingin melihat konser, dia juga ingin melihatnya juga. Katanya temanku gratis, ternyata itu HOAX malah bayar mahal. Gak jadi sih emang lihat konsernya, tapi kami pergi ngees di Jl. Galunggung. Pulangnya aku bertanya apa dia punya gebetan? Dia kebingungan menjawabnya, sebenarnya aku cuman pengen jelas gitu aja sih! Kalo emang gebetan ya gebetan kalo temen ya temen. Sempet frustasi ketika dia bilang “Enggak Punya” kan nyesek jadi selama ini akunya yang ngarep ke dia. Tapi, ketika dia bilang itu sambil megang tanganku lagi. Kan jadi bingung, laki-laki yang bikin Fluktuasi naik turun ini.
Praktikum keduaku, hari jum’at malam kami berdua ke rumah hantu. Yah aku tau dia takut, tetapi dia punya tanggung jawab tidak takut didepanku. Itu lucu ketika kami berada didalam, aku tertawa lepas. Padahal praktikum sangat melelahkan!! Kemudian kami jadi ke Batu bersama dua teman kami. Frustasi lagi ketika gak sengaja lihat Whatsappnya sama perempuan lain, mau marah? Emang siapanya? Seharusnya juga gak punya hak buat lihat hpnya seseorang yang bukan siapa-siapa. Begadang di depan kos temanku sampai ketiduran. Sabtu malamnya dia membantuku semalaman mengerjakan praktikumku, akunya malah ketiduran. Bingung lagi, ini cowok kek apa sih? Bilangnya gak punya gebetan, tapi rela gitu bantuin cewek yang bukan siapa-siapanya sampek begadang gitu? Rela gitu di gigitin nyamuk buat terjaga semalaman? Beneran nih cowok cool satu, bikin terbang.  Cowok ini pemalu, dia pendiam tetapi ketika kami bersama dia banyak bicara, aku sering tertawa di dekatnya. Teman-temanku bilang dia itu pendiam kayak tembok, padahal dia seru, nyambung diajak bicara bahkan kadang aku kuwalahan menjawab pertanyaannya. Special kayak martabak!
selfie pertama kami

Esoknya, Kami kami pergi jalan-jalan. Kami mengunjungi kota teman kami, kami lebih dekat lagi. Tapi, hanya hubungan gak tau hubungan apa ini namanya. Berasa jadi teman rasa pacar, teman rasa doyan atau teman rasa es krim strawberry. Aku gak doyan sayur, tiba-tiba AndP memakannya Hnnnngg-‘ Berasa gimana yaa??? Entahlah!!! Oke, malam harinya untuk pertama kalinya tanpa rasa jaim aku melingkarkan tanganku ke pinggangnya. Sebenarnya malu, malu sih tapi yaa mau juga.  Hahahaha…… disini ceritanya sangat panjang tetapi privasi yang bikin gak mungkin diceritain.



Hari Seninnya, tiba-tiba aku menangis aku merasa bersalah berat kepada temanku, aku kuwalahan dengan Praktikumku, dan juga aku AndP sumpah dia bikin frustasi ketemu nyapa juga enggak, Bbm juga enggak. Ya ampun! Tiba-tiba menghilang tanpa sebab. Ini lagi, waktu aku tidur sumpah ini bikin ilfil. Kek pengen pingsan, berat banget ini! Malam harinya, ketika aku bener-bener frustasi aku curhat ke Ones, sambil nyesek campur aduk kayak nasi campur. Aku mau pergi sama teman-teman offeringku. Tiba-tiba si F muncul gitu didepan kos, gimana gak kelabakan? Dengan seperti biasanya “udah makan a? kok sedih?” tapi, udah gak ada selera lagi ini. Ones temannya AndP , tau mantan kayak gitu jadi gak enak hati sendiri. Tapi, bener-bener unmood pengen kabur gitu aja. Ketika jalan-jalan malam sama temen-temenku, aku malah diem gak banyak omong seperti biasanya. Udah punyeng ini otak, mau berhenti suka juga gak bisa.
Selasanya di kampus, ada mata-mata yang gak enak gitu mandang kami. Sebenernya bukan kami yang dipandang tidak enak. Tetapi, kami ikut keseret arusnya. Aku mengecewakan sahabatku sendiri yaaa? Merasa bersalah, kasian, tapi juga udah nyuruh dia pergi dari awal. Aku menunggu AndP di kos temanku, sampai akhirnya orangtuaku datang ke kos AndP tidak juga datang. Aku menemui orangtuaku dulu, kemudian kembali ke kos temanku. Disana sudah ada AndP tetapi, anehnya mereka bertiga tidak memberitahuku apa yang mereka bicarakan hingga hari ini. AndP didorong mereka untuk bicara sesatu, tapi dianya masih malu-malu akunya malah tambah bingung. Ini malam harinya aku ketiduran waktu AndP ke kosku, dan akhirnya dia ke kos teman cewekku lagi. Aku bangun AndP udah pulang, nyesel dikit sih.
Tanggal 4 November , siangnya ada insiden siding Offering B. Aku dipersimpangan jalan, niatku itu cuman pengen main sama AndP malah gak taunya ada 2 hati yang poraporanda akibat kedua teman doubledate kami. Aku gak bisa milih mihak kesiapa , 3 orang ini sahabatku ketika aku jujur aku akan melukai  1 sahabatku, ketika aku tidak jujur aku akan melukai 2 sahabatku. Untungnya aku mintak AndP ikut kesitu, jadi pada akhirnya kami berdua kabur. Di taman depan perpustakaan,  AndP tanya  kenapa aku gak seceria dulu lagi? Ya ampun padahal dia tau aku suka dia, AndP bilang “Pengen ngomong sesuatu, tapi mau nyelesaiin praktikumnya dulu”. Pikiranku itu, selesai praktikum ya bulan Desember  aku disuruh nunggu sampai bulan Desember?
Tanggal 5 November, Ini adalah hari ulang tahun sahabatku Ana. Dia diikat dipohon, diguyur tepung. Hari menyenangkan ini, dari awal sudah membuatnya jadi marah, bikin dia sebel. Beneran sayang ini aku ke anak satuk ini. Aku pulang habis magrib, aku membantu Ana, Ledy dkk mengerjakan praktikumnya diperpustakaan. Disitu aku gak sadar AndP ada di lantai 2, akunya keasikan bercanda sama temanku Adit. Malam harinya dua temanku kekosku, aku dengan penampilan jangkungku kaos dan rok pendek. Kami menunggu AndP didepan kos temanku. AndP datang setengah 11 malam, dia terlihat kacau. Dia benar-benar kacau malan itu, dia sangat lelah, rambutnya acak-acakan. Kami berdua berbicara, mulai berbicara soal hati. Begini, malam itu aku sudah lelah menunggunya, aku kebingungan kami ini sebenarnya apa? Teman atau gebetankah? Aku takut dia hanya menganggapku teman dan aku menganggapnya lebih? Abu-abu itu gak menyenangkan, akunya serius dia malah bercanda aku malah semakin jengkel ditambah lagi kedua temanku memperlihatkan kemesraan mereka. Aku mintak pulang, didepan kosku aku udah unmood sekali, pengen langsung nangis dikamar. Tiba-tiba dia bilang “Mau a jadi pacarku?” Heiii…… ini pertama kalinya ditembak cowok langsung, mau gimana cobak? Mau gak jawab iya? Kan bodoh akunya kalo gak jawab iya. Ya pasti dijawab IYA lah, dan gak sengaja aku lompat-lompat kayak gak ada pencitraan sama sekali gitu. Kami punya perjanjian, perjanjian yang gak masuk akal menjaga privasi. Bisakah saling menjaga privasi masing-masing hingga nanti? Kalo aku insyaallah bisa soalnya aku takut sama sakit hati. Mending langsung ketauan biar langsung hancur dan move on, simple aja sih. Malam itu udah tengah malam, Hpku mati aku gak tau kapan tepatnya kami jadian. Tanggal 5 atau tanggal 6? Aku juga gak berani buat bicara soal tanggal jadian, soalnya aku tau AndP paling anti bicara soal hati. Terimakasih….



Minggu, 03 Januari 2016

Kenangan Efek Sepia

Bulan September dan Oktober 2 bulan ini, membuatku menjadikanku pribadi yang berberbeda. Setiap harinya memiliki peran dalam kisahku. AndP laki-laki ini membuatku penasaran dengan sifat pendiamnya, dia teman yang baik, sering berbagi informasi tentang tugas kuliah, kami sering chat meskipun setiap bertemu jarang menyapa. Aku punya simpatik terhadapnya, aku sering bercerita tentang chatku dengannya kepada sahabatku Ana. Dan Ana menyimpulkan aku menyukainya meskipun aku menyangkalnya. Aku tak mau keGR-an gara-gara pesan singkatnya yang punya emoticon peluk, sama perhatiannya ketika aku kecelakaan. Simpatik yah simpatik dengan sikapnya yang terlihat Jantan banget. Ckckckckckckck…
                Tapi meskipun aku memiliki seseorang yang dekat denganku, mempunyai rasa suka dan simpatik ini……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Trauma serius dengan hubugan itu masih melekat, takut membuka lembaran baru dengan orang baru. Aku hanya mengisi lubang yang kosong ini dengan TANPA adanya ikatan. Karena dengan ikatan aku merasa terpenjara lagi dengan hal yang sama “CINTA”.
Jatuh CINTA dengan lelaki yang baru itu butuh tenaga aku harus beradaptasi dengan sifatnya, aku harus tau batasan privasinya, aku harus belajar memahami lagi, mulai dari lembaran depan lagi. Aku memang tidak menutup hatiku, tetapi ruang itu tidak begitu lebar terbuka. Bukan untuk CINTA tetapi untuk sebuah rasa  yang lebih tulus rasa SAYANG. Yah aku membuka lebar hatiku untuk rasa SAYANG bukan rasa CINTA.
Rasa CINTA aku definisikan rasa ini satu paket dengan rasa SAKIT. Ketika aku berani mencintai seseorang, berarti aku harus  merasakan rasa sakitnya mencintai.  
 Menjadi SINGLE  itu menyenangkan, punya banyak teman, banyak perhatian, banyak senyum, banyak hal aku lakukan sendirian (belajar mandiri), banyak bercerita tentang beberapa laki-laki, tidak ada kata air mata, kata maaf, bualan, ataupun janji palsu yang menggantung. Persetan dengan hubungan rumit dengan keseriusan yang membuat seseorang tercekik.
Hubunganku dengan Si F mulai memburuk kami sering bertengkar. Dia memiliki hubungan baru dengan perempuan yang baru jelas aku cemburu dengan hal itu, karena dia sering membicarakan perempuan itu ketika kami sedang bertemu.
Untuk Acara Coffe TEP tanggal 7 Oktober lalu, jauh-jauh hari aku mengajak 2 laki-laki kesana. Ada si A(mantan 3 tahunku) aku mengajaknya ketika aku masih menjadi pacarnya, dan juga kakak tingkat teknik. Aku juga berusaha mengajak teman sekelasku itu keacara music tersebut, tetapi dia tetap tak mau pergi. Dia tak mau pergi ke acara tersebut karena mempunyai janji dengan sahabatnya. Dia menggantinya dengan tiket acara musik lain, dan sebuah tawaran makan berdua. Dia care terhadapku, selalu khawatir denganku, disela-sela kesibukannya dia tetap menyempatkan menghubungiku. Aku tau dia memiliki kekasih, tetapi aku masabodoh dengan hal tersebut.
Ada satu lagi yang datang, dia adalah Angga dia laki-laki yang pernah dekat denganku SMP dulu, dia pindah ke Bekasi setelah lulus SMP. Sekarang dia bekerja disuatu perusahaan milik Negara, setiap malam dia menelfonku, menjadikanku dekat dengannya lagi. Yang tidak aku suka darinya adalah kata-kata kasarnya anak dari kota. 
Ketika kakak teknik mengambil tiket itu ke tempat kosku. Kami berada di depan gerbang kos, tiba-tiba ada ibu-ibu yang meminta tolong kepada kami untuk dibelikan bensin. Kami bersedia membantunya, karena kami hanya berdua Ibu itu mengira kami adalah sepasang kekasih dan  mendoakan kami langgeng. Aku hanya melihatnya kemudian kami tertawa bersama.
Dari hal-hal ini aku merasakan ada yang salah dariku, seharusnya hanya ada satu nama yang bisa menyembuhkan luka. Bukan beberapa nama untuk menyembuhkan satu luka, itu egois. Ketika aku harus menjatuhkan orang lain untuk sebuah lubang masalahku. Hanya PELARIAN dari sebuah persoalan. Aku selalu bercerita kepada para sahabatku mengenai hal ini, mereka bilang aku harus menentukan satu hanya satu bukan dua, tiga, atau bahkan empat.  
AndP berbeda dengan laki-laki yang sedang dekat denganku, aku tidak berani bilang bahwa kami dekat. Tatapan mengintimidasinya, cara bicaranya, sikap tenangnya. Aku mulai menyukai hal itu!
  Ketika aku dan Ledy jalan-jalan di sebuah mall, AndP terus bbm dia bertanya mengenai tugas daskom yang pertama. AndP membuatku dan Ledy ke Kampus jam 9 malam, hal itu adalah keberuntungan untukku karena dengan datang kesana tugasku selesai di bantu AndP. Malam itu, AndP meminjam Power bank kepadaku. Dan karena peminjaman Power Bank tersebut, ada hati yang merasa tidak nyaman. Ada temanku yang langsung bercerita ke grup kelas bahwa aku dan AndP sedang dekat, aku merasa canggung ketika cerita ini menyebar.
                 Tiba ketika tanggal 7 Oktober, disini aku menjadi Lyla versi anak SMA dulu. Sore harinya Aku seharusnya berangkat dengan kakak teknik, tetapi kakak teknik itu tidak jadi datang dengan seribu macam alasan, dan pada akhirnya aku berangkat dengan Atalya dan Ledy. Dari sana aku membantu teman-temanku mendekorasi stand bazar kami, karena aku setengah jadi laki-laki aku naik keatas kursi tanpa memperhatikan orang mau berkata apa tentang hal ini.
                Ketika malam tiba, kami harus sudah berada di dalam gedung. Aku mengajak AndP turun untuk ajjojing tapi kami hanya turun sebentar lalu kemudian kembali lagi. Aku mengajaknya sekali lagi, apa yang terjadi dia mengajak teman perempuan satu offeringnya dan kemudian wanita itu menggandeng AndP di depanku.  Giamana ya sedikit kecewa, aku pikir dia akan bersama denganku tetapi malah aku melihatnya digandeng orang lain (sumpah aku baper pas iku). Karena aku sering ke acara seperti ini(hanya untuk menemani si A ngeband) aku asik sendiri dengan ajjojingku tanpa memperhatikan orang lain yang berdada didekatku disana ada  Ana, Ones, dan yang lainnya. Waktu aku sibuk dengan diriku sendiri, tiba-tiba ada yang menarik rambutku dari belakang. Aku menoleh, ternyata adalah adikku namanya Faisal, aku lebih tua darinya 2 bulan. Aku Ajjojing bersama adikku dan teman-temannya. Saat kami ajjojing, si A datang menghampiri kami, dia menginginkanku ajjojing bersamanya tentu aku tidak mau tetapi tetap ada paksaan disitu, adikku hampir bertengkar dengannya. Aku merasa jengkel dengan tingkah si A aku mundur. Ketika aku duduk bersama teman-temanku, si A datang lagi memaksaku untuk bersama dengannya. Aku meng iya kan ajakannya hanya satu lagu aku bersamanya, dia itu gila dia mengajak kekasihnya kesitu tetapi dia malah ajjojing denganku. Jujur, hubungan 3 tahun itu berat sebenci-bencinya aku dengannya, setidak maunya aku bertemu dengannya aku masih mempunyai rasa perduli kepadanya. Dia yang pernah aku CINTAi, yang pernah aku puja. Aku masih perduli tetapi tidak untuk menjadi keledai peliharaannya lagi. Yang paling mengenal dia selama ini yah aku. Aku tau bagaimana sikapnya, tukang nekad, tukang bikin onar, dia kesana mencariku jadi aku harus bertanggung jawab jika dia berkelahi. Jelas dia adalah laki-laki yang mengajarkanku ketulusan sekaligus kebodohan selama tiga tahun, aku pernah mencintainya menjadikan prioritas setelah kedua orang tuaku. Betapa berartinya dia untukku dulu, betapa banyaknya kekecewaan, kepedihan, air mata, dan kemarahanku terhadapnya. Mencintainya cukup lama, sampai nama REVIERA belum aku hapus di jejaring sosialku. Tidak mudah merelakannya juga. “WHEN I WAS YOUR MAN” itu adalah ungkapan rasa terimakasihnya ketika aku mendapatkan laki-laki yang baru nanti.  Aku bahagia dia sehat, dia masih bisa move on.  Aku merasa tidak enak dengan kekasihnya, aku mencoba kabur dari si A dan dia melepaskanku, dan aku ajjojing sendirian tanpa teman. Ketika aku menoleh adikku di sampingku, dia menemaniku sampai puncak, tetapi di seberang ada si A yang selalu melihat kearahku. Ketika aku menoleh keseberang yang lain aku melihat AndP ajjojing bersama Bayu. Aku menghampiri mereka berdua, tetapi yang menyapaku malah si Bayu bukan si AndP. AndP sedang asik bersama alunan lagu, melihatnya membuatku tersenyum sendiri *bahkan ketika mengetik cerita ini aku juga lagi senyum memikirkan ini*. Kami hanyut dalam alunan lagu Souljah.

                Tetapi, Ada bagian yang aku terlupakan. Ketika aku asik sendiri aku melupakan para sahabatku, kita mulai dari Ana. Saat itu dia tersakiti, dia mulai sering bertengkar dengan Ones. Ada Ledy juga Atalya yang tidak suka keramaian itu. Kami berempat tidur di tempat koss ku, berbagi cerita dan menguatkan Ana. Semangat sahabatku “merpati akan tau dimana pasangan sayapnya berada”
Sama Atalya dan Ana

sama Ana

Bareng ciwi-ciwinya cah B



Cah Bhe