Kamis, 10 Desember 2015

Kerumitan Remaja dikala Cinta Mengalahkan Sang Surya

Namaku Lyla Anggraeni, Aku mahasiswi semester 1 di sebuah Universitas Negeri di Indonesia. Aku memiliki kisah cinta di SMA yang sebagian orang mengatakan ini adalah kisah cinta yang rumit. Aku pernah mencintai laki-laki yang berbeda agama denganku, laki-laki yang akan melakukan apapun demi mendapatkan diriku, laki-laki yang sering memaksaku ini dan itu, laki-laki yang terkadang menjadi MoodBoster atau MoodBreaker, laki-laki yang gampang marah ketika ada yang mendekatiku. Kami menjalin hubungan selama 3 tahun. Hubungan ini jelas tidak direstui oleh kedua orangtuaku. 2 tahun aku sering menangis karena dirinya. Dia begitu kasar, suka membentakku, 3 kali dia main tangan kepadaku, seenaknya menyuruhku, dan juga dia suka bermain api dibelakangku. Aku tetap di sampingya, tanpa meninggalkannya. Ada apa denganku??? Terima begitu saja dengan perlakuannya selama ini??? Teman-temanku sering kali menyuruhku meninggalkannya, tetapi diriku enggan melakukannya. Aku hanya perempuan yang mencintai laki-laki itu dengan tulus, setiap hari aku mengejarnya, menunggu kabar darinya, menerima perlakuannya. Dia juga membuatku berani membohongi kedua orangtuaku. Aku juga sering membantu keluarga laki-laki itu, aku menyayangi adiknya seperti adikku sendiri, aku baik kepada ibunya meski begitu perlakuan keluarganya tidak sebaik diriku. Adiknya yang jelas-jelas aku sayangi itu terkadang menyakitiku juga dengan perkataanya, bahkan dia terang-terangan mencaciku di media sosial. Ibunya yang biasanya meminjam uang kepadaku juga sering melirikku dengan tatapan yang tajam seakan beliau tidak menyukaiku. Dia juga selalu iri dengan apa yang aku punya, ketika aku mendapatkan barang yang aku inginkan dia sering kali memintaku memberikannya barang tersebut. Apa yang aku lihat darinya???? Dia tidak tampan, dia gendut, dia tidak kaya, dia sering menyombongkan diri dan kekuatannya, dia juga bukan laki-laki yang bertanggung jawab, bahkan dia juga tidak seagama denganku. Ada apa denganku??? Hubungan ini tidak sehat, ketika dia melukaiku aku malah meminta maaf kepadanya agar dia tidak meninggalkanku. Aku mungkin gadis bodoh yang selalu menerima perlakuannya. Sewaktu kami putus karena perempuan untuk yang kesekian kalinya, entah apa yang membuatku tersadar, aku merasa muak, benci dan ingin keluar dari hubungan ini. Aku menjadi sosok yang tidak ingin mengenalnya lagi, aku menjadi sosok yang tidak ingin mengalah, aku menjadi sosok yang tidak ingin merasa sakit. Aku mulai bertingkah egois, aku mulai bertingkah membalas perlakuannya, dia yang awalnya seenaknya saja kepadaku menjadi laki-laki yang sering Baper dan Galau. Dia berbalik mengejarku, disini adalah titik balik dimana aku yang 2 tahun mengalah padanya merasakan muak, marah, dan ingin dia jauh dariku. Meskipun aku memaafkannya dan menerimanya kembali menjadi kekasihku, aku membalas semua perlakuannya padaku dulu. Aku yang awalnya sering meminta bertemu dengannya, kini tak lagi ingin bertemu dengannya, aku yang awalnya sering memohon agar dia tidak pergi, kini berubah mengingkan dia pergi dari hidupku, bahkan aku pernah terang-terangan mengusirnya dari hidupku. Aku juga mulai menjalin kedekatan dengan beberapa laki-laki, bahkan aku sempat bermain api dibelakangnya dengan laki-laki berinisial F. F adalah temannya sendiri, ketika SBMPTN dan UMPN aku dan F berangkat bersama, kami juga sering bertemu diam-diam tanpa diketahui siapa-siapa. Yang tau aku dan F berpacaran hanya sedikit teman, yah teman-teman terdekatku. Tetapi, salah satu teman terdekatku melarangku untuk berhubungan dengan F karena F adalah playboy kelas kakap, dan sebenarnya F adalah sahabat baikku sendiri yang sudah aku anggap kakakku sendiri. F adalah penghibur sedihku, F sering kerumahku dengan alasan yang beragam. Kedua orangtuaku juga menyukai F, F sudah dianggap keluarga sendiri. Tetapi, tidak berjalan lama hubunganku dengan F kandas. Dan aku kembali setia kepada laki-laki itu.
            Awal aku diterima di Universitas Negeri, dia juga iri dan menjelek-jelekan Universitasku ini. Dia tetap menjadi kekasihku saat itu. Ketika aku PKPT,aku sering F karena kami di Universitas yang sama. Tetapi, aku tak memberitahu kekasihku, kami sering pergi makan bersama, melakukan hal-hal menarik bersama, kami saling menghibur, kami saling merasa nyaman. Meski begitu aku dan F tidak ingin menjalin hubungan kembali, karena kami tidak ingin terlibat disebuah hubungan yang rumit lagi. Aku sering kepergok teman kekasihku aku jalan dengan F, tapi masabodoh aku tetap saja tidak perduli. Aku tidak perduli betapa sakitnya hati kekasihku. Karena aku cuma ingin sebuah kebebasan. Kekasihku juga tidak pernah menjengukku ketempat kosku.
            Tiba saat dimana aku akan melakukan Ospek Jurusan, sebenarnya aku tidak ingin ikut Ospek ini, tetapi berhubung ini diwajibkan jadi aku ikut. Aku berada disebuah kelompok yang asing bagiku, aku berada di kelompok 6 disitu ada Ones (ketua kelompok), ada AndP, Ari, Intyas, Retno, Bayu, dan juga Dewi. PL kami bernama Mas Fahmy, orang yang santai dan juga suka perdamaian, didalam kelompok Ospek Jurusan tersebut banyak sekali cerita yang membuat pengalaman menjadi mahasiswa baru terbentuk. Tentu saja aku lah tukang bikin onar, tukang ribut, tukang berdebat, tetapi didalam kelompok ini aku tidak menjadi manja, dikelompok ini aku menjadi pribadi mandiri yang segala sesuatunya dikerjakan sendiri. Dalam kelompok ini beragam karakter yang bertemu, kita mulai dari Ones, Ones adalah ketua kelompok yang terkadang menjengkelkan, suka ngerayu cewek(ngerayu sahabatku). Yang kedua adalah Ari, Ari adalah sosok menyenangkan dia menyukai korea sama sepertiku, kami terkadang bercanda hal-hal berbau fulgar dan paling rame. Dewi adalah gadis yang tidak bisa diam, selalu berbicara, sering nyambung ketika ada hal fulgar yang dibicarakan. Intyas adalah gadis tomboi, aku akrab dengannya bahkan aku sering dibilang CEWEK GILA, cewek bawel, cerewet. Ada juga Retno, Retno pendiam dan terkadang tertutup. Bayu, adalah anggota yang paling doyan MAKAN dan juga doyan sekali ilang-ilang begitu saja, dia cowok yang setia kepacarnya. Dan yang terakhir adalah AndP, laki-laki ini begitu berbeda, dia berbicara denganku sesuai kebutuhan saja. AndP laki-laki pendiam, dia jarang membaur bersama kelompokku, dia lebih sibuk dengan Handphone-nya, tatapan mata yang mengintimidasiku, bahkan aku sampai takut untuk berbicara dengannya. Yang jelas aku dan AndP berbeda sifat dan sikap. Perbedaannya 180o, aku yang suka ngomel, suka bawel berbeda dunia dengan AndP yang tertutup. Ketika kami membuat sebuah media pembelajar, aku sempat dibuat unmood karena guntinganku hilang, aku dan teman-temanku mencarinya dimana-mana dan tetap hilang. Aku ngomel karena guntingan Ari tidak rapi dan tidak bagus seperti punyaku. Tiba-tiba AndP menemukan guntingan yang kami cari, betapa senangnya aku ketika guntingan tersebut ditemukan. Dewi gadis rumit itu malah bilang “AndP penyelamat” aku hanya tersenyum, karena aku tidak dekat dengan AndP.
            Waktu yang ditunggu dimulai, (Ospek Jurusan) itu dating. Kami camping disebuah perkemahan yang tidak jauh dari kampus. Semuanya sibuk dengan bawaan masing-masing, ketika sampai ditujuan betapa terkejutnya dibentak-bentak. Ketua kelompokku tiba-tiba jadi sasaran utama para musuh. Semua barang-barang harus dikumpulkan ke PL masing-masing, tidak ada Hp, make up, cemilan atau sebagainya. Tibalah saat outbound, kelomok kami adalah kelompok terakhir outbound. Suasananya mencekam, karena hampir gelap dan kami masih di sungai kala itu. Ketika menelusuri sungai AndP lah yang pertama kali memegang tanganku dia mengarahkanku kemana selanjutnya aku melangkah, tetapi gadis yang tidak suka diam ini malah selalu mendahuluinya, tidak mendengarkan intruksinya, melangkah semaunya tanpa takut jatuh.
            Malam keakraban tiba, kami satu kelompok mendekat satu sama lain. Didepan Retno dan Intyas, di belakang mereka ada aku, Dewi dan juga Ari, di belakang kami ada AndP, Bayu, dan juga Ones. Kami bercanda gurau, kecuali AndP dia hanya berbicara seperlunya saja. Dewi tiba-tiba bertanya kepadaku “Lyl kamu jomblo??” aku menjawab “Iya, Jomblo anget” maksudnya jomblo anget itu jomblo yang baru saja putus. Dewi juga bertanya kepada AndP “AndP kamu jomblo???” AndP juga menjawab “Jomblo” kemudian mulut Dewi yang tidak bisa diam itu berbicara “Itu loh Lyla juga jomblo Ndi”. Aku dan AndP jadi canggung ingin berbicara sesuatu. Ini emang mulut Dewi yang bikin greget, aku dan AndP yang awalnya tidak dekat malah semakin menjauh karena rasa canggung tersebut. Lacer hampir selesai, kami membaur satu jurusan. Kelompok kami juga berfoto bersama:



             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar