Namaku
Lyla Anggraeni, Aku mahasiswi semester 1 di sebuah Universitas Negeri di
Indonesia. Aku memiliki kisah cinta di SMA yang sebagian orang mengatakan ini
adalah kisah cinta yang rumit. Aku pernah mencintai laki-laki yang berbeda
agama denganku, laki-laki yang akan melakukan apapun demi mendapatkan diriku,
laki-laki yang sering memaksaku ini dan itu, laki-laki yang terkadang menjadi
MoodBoster atau MoodBreaker, laki-laki yang gampang marah ketika ada yang
mendekatiku. Kami menjalin hubungan selama 3 tahun. Hubungan ini jelas tidak
direstui oleh kedua orangtuaku. 2 tahun aku sering menangis karena dirinya. Dia
begitu kasar, suka membentakku, 3 kali dia main tangan kepadaku, seenaknya
menyuruhku, dan juga dia suka bermain api dibelakangku. Aku tetap di sampingya,
tanpa meninggalkannya. Ada apa denganku??? Terima begitu saja dengan
perlakuannya selama ini??? Teman-temanku sering kali menyuruhku
meninggalkannya, tetapi diriku enggan melakukannya. Aku hanya perempuan yang
mencintai laki-laki itu dengan tulus, setiap hari aku mengejarnya, menunggu
kabar darinya, menerima perlakuannya. Dia juga membuatku berani membohongi
kedua orangtuaku. Aku juga sering membantu keluarga laki-laki itu, aku menyayangi
adiknya seperti adikku sendiri, aku baik kepada ibunya meski begitu perlakuan
keluarganya tidak sebaik diriku. Adiknya yang jelas-jelas aku sayangi itu
terkadang menyakitiku juga dengan perkataanya, bahkan dia terang-terangan
mencaciku di media sosial. Ibunya yang biasanya meminjam uang kepadaku juga
sering melirikku dengan tatapan yang tajam seakan beliau tidak menyukaiku. Dia
juga selalu iri dengan apa yang aku punya, ketika aku mendapatkan barang yang
aku inginkan dia sering kali memintaku memberikannya barang tersebut. Apa yang
aku lihat darinya???? Dia tidak tampan, dia gendut, dia tidak kaya, dia sering
menyombongkan diri dan kekuatannya, dia juga bukan laki-laki yang bertanggung
jawab, bahkan dia juga tidak seagama denganku. Ada apa denganku??? Hubungan ini
tidak sehat, ketika dia melukaiku aku malah meminta maaf kepadanya agar dia
tidak meninggalkanku. Aku mungkin gadis bodoh yang selalu menerima
perlakuannya. Sewaktu kami putus karena perempuan untuk yang kesekian kalinya,
entah apa yang membuatku tersadar, aku merasa muak, benci dan ingin keluar dari
hubungan ini. Aku menjadi sosok yang tidak ingin mengenalnya lagi, aku menjadi
sosok yang tidak ingin mengalah, aku menjadi sosok yang tidak ingin merasa
sakit. Aku mulai bertingkah egois, aku mulai bertingkah membalas perlakuannya,
dia yang awalnya seenaknya saja kepadaku menjadi laki-laki yang sering Baper
dan Galau. Dia berbalik mengejarku, disini adalah titik balik dimana aku yang 2
tahun mengalah padanya merasakan muak, marah, dan ingin dia jauh dariku.
Meskipun aku memaafkannya dan menerimanya kembali menjadi kekasihku, aku
membalas semua perlakuannya padaku dulu. Aku yang awalnya sering meminta
bertemu dengannya, kini tak lagi ingin bertemu dengannya, aku yang awalnya
sering memohon agar dia tidak pergi, kini berubah mengingkan dia pergi dari
hidupku, bahkan aku pernah terang-terangan mengusirnya dari hidupku. Aku juga
mulai menjalin kedekatan dengan beberapa laki-laki, bahkan aku sempat bermain
api dibelakangnya dengan laki-laki berinisial F. F adalah temannya sendiri,
ketika SBMPTN dan UMPN aku dan F berangkat bersama, kami juga sering bertemu
diam-diam tanpa diketahui siapa-siapa. Yang tau aku dan F berpacaran hanya
sedikit teman, yah teman-teman terdekatku. Tetapi, salah satu teman terdekatku
melarangku untuk berhubungan dengan F karena F adalah playboy kelas kakap, dan
sebenarnya F adalah sahabat baikku sendiri yang sudah aku anggap kakakku
sendiri. F adalah penghibur sedihku, F sering kerumahku dengan alasan yang
beragam. Kedua orangtuaku juga menyukai F, F sudah dianggap keluarga sendiri. Tetapi,
tidak berjalan lama hubunganku dengan F kandas. Dan aku kembali setia kepada
laki-laki itu.
Awal aku diterima di Universitas
Negeri, dia juga iri dan menjelek-jelekan Universitasku ini. Dia tetap menjadi
kekasihku saat itu. Ketika aku PKPT,aku sering F karena kami di Universitas
yang sama. Tetapi, aku tak memberitahu kekasihku, kami sering pergi makan
bersama, melakukan hal-hal menarik bersama, kami saling menghibur, kami saling
merasa nyaman. Meski begitu aku dan F tidak ingin menjalin hubungan kembali,
karena kami tidak ingin terlibat disebuah hubungan yang rumit lagi. Aku sering
kepergok teman kekasihku aku jalan dengan F, tapi masabodoh aku tetap saja
tidak perduli. Aku tidak perduli betapa sakitnya hati kekasihku. Karena aku
cuma ingin sebuah kebebasan. Kekasihku juga tidak pernah menjengukku ketempat
kosku.
Tiba saat dimana aku akan melakukan
Ospek Jurusan, sebenarnya aku tidak ingin ikut Ospek ini, tetapi berhubung ini
diwajibkan jadi aku ikut. Aku berada disebuah kelompok yang asing bagiku, aku
berada di kelompok 6 disitu ada Ones (ketua kelompok), ada AndP, Ari, Intyas, Retno,
Bayu, dan juga Dewi. PL kami bernama Mas Fahmy, orang yang santai dan juga suka
perdamaian, didalam kelompok Ospek Jurusan tersebut banyak sekali cerita yang
membuat pengalaman menjadi mahasiswa baru terbentuk. Tentu saja aku lah tukang
bikin onar, tukang ribut, tukang berdebat, tetapi didalam kelompok ini aku
tidak menjadi manja, dikelompok ini aku menjadi pribadi mandiri yang segala
sesuatunya dikerjakan sendiri. Dalam kelompok ini beragam karakter yang
bertemu, kita mulai dari Ones, Ones adalah ketua kelompok yang terkadang
menjengkelkan, suka ngerayu cewek(ngerayu sahabatku). Yang kedua adalah Ari,
Ari adalah sosok menyenangkan dia menyukai korea sama sepertiku, kami terkadang
bercanda hal-hal berbau fulgar dan paling rame. Dewi adalah gadis yang tidak
bisa diam, selalu berbicara, sering nyambung ketika ada hal fulgar yang
dibicarakan. Intyas adalah gadis tomboi, aku akrab dengannya bahkan aku sering
dibilang CEWEK GILA, cewek bawel, cerewet. Ada juga Retno, Retno pendiam dan
terkadang tertutup. Bayu, adalah anggota yang paling doyan MAKAN dan juga doyan
sekali ilang-ilang begitu saja, dia cowok yang setia kepacarnya. Dan yang
terakhir adalah AndP, laki-laki ini begitu berbeda, dia berbicara denganku
sesuai kebutuhan saja. AndP laki-laki pendiam, dia jarang membaur bersama
kelompokku, dia lebih sibuk dengan Handphone-nya, tatapan mata yang
mengintimidasiku, bahkan aku sampai takut untuk berbicara dengannya. Yang jelas
aku dan AndP berbeda sifat dan sikap. Perbedaannya 180o, aku yang
suka ngomel, suka bawel berbeda dunia dengan AndP yang tertutup. Ketika kami
membuat sebuah media pembelajar, aku sempat dibuat unmood karena guntinganku
hilang, aku dan teman-temanku mencarinya dimana-mana dan tetap hilang. Aku
ngomel karena guntingan Ari tidak rapi dan tidak bagus seperti punyaku.
Tiba-tiba AndP menemukan guntingan yang kami cari, betapa senangnya aku ketika
guntingan tersebut ditemukan. Dewi gadis rumit itu malah bilang “AndP
penyelamat” aku hanya tersenyum, karena aku tidak dekat dengan AndP.
Waktu yang ditunggu dimulai, (Ospek
Jurusan) itu dating. Kami camping disebuah perkemahan yang tidak jauh dari
kampus. Semuanya sibuk dengan bawaan masing-masing, ketika sampai ditujuan
betapa terkejutnya dibentak-bentak. Ketua kelompokku tiba-tiba jadi sasaran
utama para musuh. Semua barang-barang harus dikumpulkan
ke PL masing-masing, tidak ada Hp, make up, cemilan atau sebagainya. Tibalah
saat outbound, kelomok kami adalah kelompok terakhir outbound. Suasananya
mencekam, karena hampir gelap dan kami masih di sungai kala itu. Ketika menelusuri
sungai AndP lah yang pertama kali memegang tanganku dia mengarahkanku kemana
selanjutnya aku melangkah, tetapi gadis yang tidak suka diam ini malah selalu
mendahuluinya, tidak mendengarkan intruksinya, melangkah semaunya tanpa takut
jatuh.
Malam keakraban tiba, kami satu
kelompok mendekat satu sama lain. Didepan Retno dan Intyas, di belakang mereka
ada aku, Dewi dan juga Ari, di belakang kami ada AndP, Bayu, dan juga Ones.
Kami bercanda gurau, kecuali AndP dia hanya berbicara seperlunya saja. Dewi
tiba-tiba bertanya kepadaku “Lyl kamu jomblo??” aku menjawab “Iya, Jomblo
anget” maksudnya jomblo anget itu jomblo yang baru saja putus. Dewi juga
bertanya kepada AndP “AndP kamu jomblo???” AndP juga menjawab “Jomblo” kemudian
mulut Dewi yang tidak bisa diam itu berbicara “Itu loh Lyla juga jomblo Ndi”.
Aku dan AndP jadi canggung ingin berbicara sesuatu. Ini emang mulut Dewi yang
bikin greget, aku dan AndP yang awalnya tidak dekat malah semakin menjauh
karena rasa canggung tersebut. Lacer hampir selesai, kami membaur satu jurusan.
Kelompok kami juga berfoto bersama:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar